by

Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Benar Sesuai Hadis Nabi dan Artinya

Berbuka adalah waktu ketika seseorang yang berpuasa boleh makan dan minum serta berjimak dengan pasangan.

Biasanya, pada waktu tersebut orang membuka dengan segelas teh atau air putih. Baru kemudian makan. Buka puasa, seperti ramadhan dan puasa Senin Kamis sangat dianjurkan untuk disegerakan. Hal ini untuk membedakan antara muslim dan kafir, seperti Yahudi dan Nasrani.

Karena pada agama mereka, berbuka biasanya ketika sudah melihat bintang. Artinya jika dilihat secara jam, maka sekitar jam setengah 8 malam atau bahkan jam 8.

Inilah pembeda antara muslim dan kafir. Lalu, apakah ada doa khusus?

Jelas ada. Karena nabi Muhammad Alaihi salatu was salam sudah memberikan contoh. Bagaimana berdoa ketika buka puasa dan adabnya.

Doa Berbuka Puasa yang Benar

Doa berbuka puasa, jika ditilik dari hadis. Maka kamu akan mendapati dua versi. Versi pertama yang banyak diamalkan orang Indonesia.

Sedangkan versi kedua yang jarang diamalkan. Tapi justru jika ditilik dair segi derajat hadis, maka versi kedua adalah yang memiliki derajat hadis paling bagus.

Artinya yang harus diamalkan ya, yang itu. Yuk simak kedua versi tersebut:

Versi Pertama Doa Buka Puasa

Doa buka puasa yang sahih

Nah, doa diatas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if. (Lihat Irwaul Gholil, 4/38)

Versi Kedua Doa Buka Puasa

Doa buka puasa

Ibnul Qoyyim Al-jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad, 2/45 mendoifkan hadis versi pertama. Dan kesimpulannya, hadis dhoif memang sebaiknya tidak diamalkan.

Sudah tahu bukan doanya? karena memang berbuka adalah saat yang paling mustajab untuk berdoa, jadi jangan sampai salah ya. Apalagi justru foto-foto saja.

Adab Berbuka Puasa

Jika sudah tahu soal doa, sekarang soal adab. Mungkin kamu bertanya apa sih artinya adab? adab adalah kemasan, begitu mudahnya.

Jadi, dengan memahami kemasannya kamu akan paham juga manfaat serta tujuan dan cara terbaik untuk berbuka puasa. Karena berbuka adalah waktu yang paling membahagiakan, dan paling mustajab ketika berdoa sehingga jangan sampai dibuat senda gurau.

5 Cara Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi

Perhatikan beberapa adab di bawah ini, agar puasa kamu semakin barokah. Sebab adab berkaitan erat dengan keuntungan yang akan didapatkan.

Makanya, mari kita pahami adabnya dengan baik.

1. Segera Berbuka Meski dengan Air

Islam adalah agama yang sangat perhitungan kepada kebaikan. Walau cuma segera buka puasa, tapi kamu akan dapat pahala. Sebab kamu sudah menselisihi agama lain.

Artinya kamu menghidupkan ciri-ciri agama sendiri. Rasulullah bersabda dalam hadisnya mengenai segera berbuka puasa.

Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Karena agama Yahudi dan Nasrani, ada yang berbuka ketika sudah melihat bintang, maka segera berbuka ketika sudah tenggelamnya matahari adalah ajaran islam. Tujuannya sangat banyak, diantara adalah:

a. Menjaga kesehatan. Sebab terlalu lama menahan lapar juga bisa berakibat buruk

b. Memberikan kekuatan. Dengan mengisi makanan, tentu saja akan semakin kuat. Sebab setelah berbuka akan ada salat tarawih.

c. Melakukan sunnah nabi. Rasulullah biasa berbuka dengan tamr, atau ruthob kemudian salat magrib. Jadi bukan makan dulu kemudian salat.

2. Berbuka dengan Ruthob atau Tamr

Ketika berpuasa seharian, maka tenaga hilang. Bahkan, cadangan tenaga dari glukosa akan diubah. Perubahan ini wajar terjadi. Sebab cadangan tenaga dalam tubuh bukan hanya glukosa namun lemak juga.

Nah, ketika berbuka sebaiknya pakai makanan yang bisa mengembalikan tenaga dengan cepat tapi tubuh tidak kaget. Jika kamu langsung makan nasi, biasanya akan kaget. Maka terjadilah pusing, kliyengan atau lainnya.

Sunnah nabi menganjurkan, ketika berbuka pakailah kurma. Pertama kurma muda, jika tidak ada maka kurma tua. Atau jika tidak ada sama sekali, maka berbuka dengan air.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air” (HR Abu Dawud (no. 2356), Ad-Daruquthni (no. 240) dan Al-Hakim (I/432 no. 1576). Dihasankan oleh Imam Al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil fi Takhrij Ahaadits Manaaris Sabiil IV/45 no. 922)

Silakan perhatikan urutannya:

a. Kurma muda atau yang disebut ruthob. Namun kurma jenis ini susah didapatkan di negeri kita. Sebab biasanya dia tidak tahan lama.

b. Kurma tua atau yang disebut tamar. Kurma ini banyak sekali di Indonesia. Akan tetapi lebih baik gunakan kurma dari negeri Saudi Arabia, baik jenis kurma Ajwah atau kurma lainnya. Sebab kurma dari Saudi rasa manisnya tidak terlalu. Sehingga mudah untuk dikonsumsi siapapun.

c. Seteguk Air. Yang dimaksud adalah air putih. Akan lebih baik pakai air zam-zam, jika tidak ada air aqua atau kemasan. Tapi yang lebih bagus adalah air hangat. Ibnul Qoyyin menyebutkan air adalah pembersih alami usus.;Sehingga bagus untuk membuka puasa.

3. Berdoa dengan sungguh-sungguh

Perlu kamu tahu, waktu berbuka adalah waktu paling mustajab untuk berdoa. Sehingga manfaatkan sebaik mungkin.

Jangan justru sibuk selfie atau sebaliknya. Biasanya dalam buka puasa bersama rekan atau lainnya, doa sangat jarang diindahkan. Jadi mereka hanya merasa kenyang kemudian terlewatkan kesempatan emas tersebut.

Adapun dasar hukum yang menyatakan waktu mustajab doa adalah ketika berbuka adalah hadis di bawah ini.

“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak.” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

4. Membaca Bismillah Sebelum Makan

Kadang, orang tidak memahami dengan benar soal doa berbuka. Sehingga ia memakan makanan kemudian berdoa tanpa membaca bismillah.

Namun, tindakan itu salah. Jadi, sebaiknya ambillah satu kurma kemudian bacalah bismillah. Sebagaimana dalam hadis nabi,

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Jika sudah membaca bismillah, menyantap 1 butir kurma barulah membaca doa yang diajarkan nabi.

5. Membaca Doa Dzahabadz dzumau..

Inilah inti pembahasan kali ini. Membaca doa buka puasa didepan atau di belakang? tentu saja di belakang. Berdasarkan penjelasan para ulama, kamu membaca dzahabadz dzumau setelah makan.

Doa buka puasa

Sudah paham bukan? jika sudah paham jangan lupa klik share. Karena ini informasi penting dan sangat bermanfaat. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah subhanahu wata’ala.

Jana akhiri sampai di sini dulu informasinya. Jangan lupa untuk selalu menunggu update terbaru dari Jana. Semoga harimu menyenangkan. Salam.

Comment

Informasi Terbaru