by

Doa Sahur dan Buka Puasa yang Sahih Sesuai Hadis Nabi Ternyata Begini

Doa Sahur dan Buka Puasa yang benar ternyata tidak banyak diketahui kaum muslimin. Bahkan, sebagian dari kita mengamalkan hadis palsu atau lemah. Padahal, hadis dengan derajat begitu sangat tidak boleh diamalkan.

Lalu seperti apa sih doa buka puasa yang benar?

Dalam kesempatan ini Jana akan hadirkan buat kalian semua doa buka puasa dan sahur yang sesuai sunnah nabi. Tentu saja berdasarkan hadis yang benar dan derajatnya juga sahih. Nah, saran Jana, kalian juga harus siap untuk mengoreksi diri.

Membaca doa buka puasa dan sahur menjadi ritual yang harus dilaksanakan. Sebab, dengannya kamu akan mendapatkan pahala. Tapi sayangnya minimnya pengetahuan membuat kamu tidak paham yang benar dan salah. Jika kamu termasuk orang yang sering lupa, sebaiknya print halaman ini. Ramadhan sudah dekat, atau bisa juga kamu amalkan dalam puasa Senin dan Kamis.

Baca juga:

Ok, sekarang Jana ajak kamu untuk ulas soal doa tersebut dan jenisnya. Maksud Jana jenis hadis yang ada di masyarakat. Karena banyak sekali hadis lemah yang disandarkan kepadanya. Mulai dari yang pertama!

Doa Sahur dan Buka Puasa yang Sesuai Hadis Nabi

Doa buka puasa dan sahur berarti ada dua doa yang dimaksud. Pertama adalah doa sahur kemudian doa buka. Kali ini akan ada dua ulasan.

Akan lebih baik jika kalian pahami dulu apa itu doa bua dan apa doa sahur? serta bagaimana dan kapan dibaca.

Banyak yang mengira doa buka puasa dibaca ketika mau berbuka. Sedangkan  doa sahur dibaca bersama dengan niat. Dua hal tersebut adalah berbeda. Niat buka puasa dan niat salat tidak perlu dilafadzkan.

Doa buka puasa pun ada banyak ragamnya. Hanya butuh kejelian saja, sehingga kamu tidak memakai doa dari hadis yang dhoif apalagi lemah.

Kita mulai saja dari doa buka puasa. Agar paham dan bisa langsung dipraktekkan. Doa ini dibuka dengan ulasan soal jenis dan kemudian tinjauan soal sahih atau tidaknya.

Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah Nabi

Ada dua jenis doa buka puasa yang mashyur di masyarakat. Keduanya juga banyak yang mengenalnya. Kamu pun pasti kenal.

Doa buka puasa sudah pernah Jana tuliskan juga lo. Bahkan di depan sudah Jana singgung. Sekarang kita simak dua jenis doa tersebut. Mulai dari yang pertama.

Doa buka puasa

Sedangkan doa buka puasa yang kedua ada di bawah ini.

Doa buka puasa yang sahih

Sekarang kita bahas satu persatu dari hadisnya. Yang pertama hadis lengkapnya adalah sebagai berikut:

Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.

Mua’dz ini tidaklah dianggap sebagai perawi yang tsiqah, kecuali oleh Ibnu Hibban yang telah menyebutkan tentangnya di dalam Ats-Tsiqat dan dalam At-Tabi’in min Ar-Rawah, sebagaimana al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Tahdzib at-Tahdzib (8/224).

Doa kedua hadisnya sebagai berikut,

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”
[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Jadi, doa buka puasa dengan Allahum Laka Shumtu hadisnya tidak sahih. Sehingga dari sini kita pahami dia tidak bisa diamalkan. Meski beberapa ulama atau ustaz menganjurkan untuk tidak mempersoalkan sahih atau tidaknya, sebab ini hanya doa buka puasa.

Namun Jana lebih memilih ulama yang memerintahkan agar melihat derajat hadis ketika hendak beramal.

Lalu masalahnya kapan doa tersebut dibaca? apakah di depan atau belakang?

Jawabannya ada di dalam hadis berikut.

Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih

Jadi doa buka puasa dibaca setelah makan satu kurma atau minum seteguk air. Kalau mengawali makan tetap membaca bismillah. Sebagaimana yang disabdakan oleh nabi di atas.

Sekarang kita lanjut ke doa berikutnya, yakni doa sahur.

Doa Sahur yang Sesuai dengan Sunnah Nabi

Makan sahur adalah makan di waktu sahur. Waktu tersebut kira-kira sepertiga malam akhir hingga terbitnya fajar atau berhenti ketika azan subuh berkumandang.

Banyak orang beranggapan bahwa puasa harus membaca niat dengan keras. Tapi ternyata perilaku itu tidak dicontohkan di zaman nabi.

Jadi kalau mau puasa, niatnya cukup di dalam hati saja. Sahur hukumnya sunnah yang ditekankan. Sebab rosulullah bersabda dalam hadisnya,

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah” (Muttafaqun ‘alaih)

Sebagian orang membaca doa dengan lafadz berikut sebagai doa makan sahur. Padahal nabi sendiri tidak melakukan. Dan juga hadis yang memerintahkan membaca derajat hadisnya lemah.

Doa makan sahur

Adapun melafadzkan niat untuk memulai puasa, ini sebuah kesalahan. Imam Nawawi mengatakan, “Niat dalam semua ibadah yang dinilai adalah hati, dan tidak cukup dengan ucapan lisan sementara hatinya tidak sadar. Dan tidak disyaratkan dilafalkan,…” (Raudhah at-Thalibin, 1:84)

Memang niat wajib dilakukan. Tapi di dalam hati. Karena rasulullah mengatakan,

“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An Nasai no. 2333, Ibnu Majah no. 1700 dan Abu Daud no. 2454. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

Jadi sudah jelas persoalannya?

Kalau doa untuk makan sahur sudah jelas sesuai yang rosulullah sabdakan,

Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih

Jadi baca bismillah kemudian makan sahur. Inilah doa makan sahur yang benar dan sesuai dengan hadis nabi. Semoga bermanfaat ya.

Semoga informasi mengenai Doa Sahur dan Buka Puasa yang Sahih yang Jana hadirkan bisa bermanfaat. Jangan lupa klik share kalau memang menurutmu bermanfaat. O, ya, risalah ramadhan akan terus Jana hadirkan. Terus stay di blog ini ya.

Comment

Informasi Terbaru