by

Kisah Nyata – 30 Hari Rutin Tahajud Pemuda Buta Ini Dapat Jodoh Gadis Kaya Raya

Jodoh adalah rahasia Allah. Meski begitu, setiap mahluk-Nya mendapatkan jatah jodoh. Kalau tidak dapat di dunia, akhirat.

Tapi, masalahnya mencari jodoh itu bagai mencari setetes air di padang pasir yang luas.

Ada yang menyerah. Ada yang tidak. Ada yang mudah, bahkan ada yang sulit. Semua masalah itu, jika dikembalikan kepada Allah pasti beres. Masalahnya, kita sering menyandarkan pada ikhtiar manusia semata. Bukan kebesaran Allah.

Sehingga putus asa, prustasi. Kemudian bermaksiat.

Sebuah kisah menarik. Kisah nyata dari negeri Yaman, akan menyadarkan kamu, bahwa jodoh adalah sebuah kepastian dari sang pencipta. Tentu saja kemdahan hanya datang jika kita mematuhi perintah-Nya. Dengan bahasa singkat adalah Taqwa.

Tips mencari jodoh yang baik dari Alquran adalah bertaqwa. Bukan tampan, pintar, atau lainnya. Sebab Allah mengatakan, yang baik akan mendapatkan yang baik juga. Selain itu, Allah akan menguji kepantasan kita, sebelum diberikan jodoh. Bersabarlah!

Doktor Khalid Basalah dalam ceramahnya, menceritakan sebuah kisah menarik. Saking menariknya, Jana langsung share kepada kalian semua. Karena kisah ini menarik, inspiratif banget. Jadi, simak saja yuk!

Rutin Tahajud, 30 Hari Kemudian Pemuda Buta Ini Dapat Jodoh Gadis Kaya Raya

Di sebuah daerah, di negeri Yaman. Ada seorang pemuda buta, yang usianya sudah menginjak dewasa. Maka, naluri lelaki pun muncul.

Sehingga, suatu ketika si pemuda mengutarakan pada ayahnya, agar dicarikan istri. Namun sang ayah menjawab ketus, dan menyakitkan.

“Nak, kerjaanmu sehari-hari hanya menghafal alquran. Kau jelek, buta. Tidak bekerja. Siapa yang mau?”

Si lelaki merasa sedih. Kemudian di hari kedua, ia mencoba lagi. Jawaban masih sama. Ketiga kali, sama. Si lelaki sedih bukan main.

Ayahnya, orang yang diharapkan menjadi pendukungnya justru menghina. Dalam kesedihan tersebut, si pemuda mencoba untuk tahajud. Meminta pada Allah.

Ia rutin tajahud sejak saat itu.

Kemudian tepat 30 hari ia rutin tahajud, dia bermimpi. Dalam mimpi ia disuruh melamar seorang gadis di sebuah kota, nama gadisnya jelas, dan keluarga, serta nama ayahnya jelas.

Ia memberanikan diri bertanya pada sang ayah.

“Ayah, apa kau tahu kota anu…?

“Iya,” jawab sang ayah. “Kenapa?”

Bukan menjawab, Si Lelaki justru bertanya lagi, “Apa di sana ada orang bernama fulan, memiliki putri bernama fulan?”

Ayah mengangguk penuh heran. “Kenapa memangnya?”

“Lamarkan dia untukku, ayah! aku bermimpi, dalam mimpi ada suara yang menyuruhku melamarnya!”

“Apa kau gila?” kata sang ayah dengan wajah berang. “Dia itu, orang paling kaya di kotanya, anaknya juga anak paling cerdas, cantik. Selusin pemuda kaya raya melamar ditolak, bagaimana denganmu?”

“Pokoknya lamarkan saja, Ayah!” rengek si lelaki. Si ayah iba. Kemudian dia berjanji melamarkan. Tapi dengan syarat harus siap dipermalukan.

Kemudian, sampailah pada hari dan tanggal yang ditentukan. Lelaki buta tersebut melamarnnya. Sang ayah mengatakan kepada orang tua si gadis. Ajaib. Ayah si gadis langsung mengiyakan, “Lelaki buta, hafal quran? baik. Saya terima lamarannya.”

Otomatis ayah si lelaki buta heran. “Sebentar, saya belum bilang dengan anakku. Saya akan bicarakan dulu. Ayah si Lelaki terheran-heran. Lalu menunggu.

Ayah si gadis masuk ke dalam, kemudian bercerita pada anak gadisnya. Si gadis tanpa banyak bicara, langsung mengatakan agar lamaran diterima. Ayahnya heran, “Kenapa denganmu, Nak?”

Gadis itu bercerita, bahwa ia mimpi, akan datang seorang lelaki buta dan hafal quran. Dia adalah jodohku, maka jangan tolak lamarannya.

Setelahnya pernikahan pun terjadi.

Kesimpulan

Jika Allah sudah takdirkan, tentu akan disatukan. Tugasmu hanya ikhtiar. Dan jadikan agama sebagai patokan dalam mencari jodoh. Sebab itulah penyebab keselamatan dunia akhirat.

Comment

Informasi Terbaru