by

Kultum Ramadhan: Lelah Mengejar Dunia Tapi Tidak Kapok, ya?

Seorang lelaki berambisi ingin kaya. Setelah menikah, dia begitu yakin kalau rezekinya akan meningkat. Istrinya tidak paham ilmu agama, sehingga tidak peduli halal dan haram. Suami meminta pendapat untuk hutang bank. Istri mengizinkan. Dia mendapatkan pinjaman 200 juta. Usaha dilakukan.

Setahun kemudian, si lelaki mengeluh. Karena usaha sepi, bayar angsuran bank tidak bisa. 2 bulan berlalu, bank memberikan surat tagihan terakhir. Dia pun pasrah. Rumah disita, mobil dan motor hilang. Lelaki itu terlunta-lunta, untung orang tua mau menolong. Seminggu kemudian, ada temen datang. Menyarankan agar ia meminjam bank dari dia kerja, semuanya demi bangkit lagi.

Yah, dia meminjam. Tapi kemudian bangkrut lagi. Kali ini dampaknya lebih mengerikan, ia cerai dengan sang istri. Dia sendiri kabur entah ke mana. Di perantauan, dia bertekad ingin bangkit. Tidak akan pulang sebelum kaya raya. Lelah mengejar dunia, tapi tidak kapok, ya? Itulah manusia.

Manusia kebih suka pada dunia daripada akhirat. Padahal Allah sudah menerangkan dalam firman-nya.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At-thalaq: 2-3)

Mencari nikmat dengan nikmat, tentu saja tidak bisa. Anda mencari nikmat Allah dengan nikmat nafsu. Ini salah. Tapi yang harus dilakukan adalah mencari nikmat Allah dengan nikmat dari Allah juga, ini baru benar.

Memang bertakwa butuh pembiasaan, butuh usaha. Butuh ini dan itu, intinya butuh perjuangan. Anda butuh istikomah. Istikomah memang lelah, capek, kalau enak dan nyaman namanya istirahat. Bukan istikomah.

Ingin kaya? Dekati yang Maha Kaya. Ingin sukses di dunia, dekati dan minta kepada yang menciptakan alam raya ini.

Tapi Anda sering salah, saudaraku.

Ingin diberikan kesehatan, bergantung pada dokter. Ingin memiliki harta melimpah, tapi yang didekati manusia. Ingin mendapatkan kemudahan dari masalah, yang digunakan akal sendiri, akhirnya terasa sumpek dan buntu.

Pada surat Ath-thalaq ayat 2 di atas, disebutkan sebab kemudahan adalah tawakal pada Allah. Sedikit pertanyaan, kenapa justru ayat tersebut ada pada masalah rumah tangga? Kenapa tidak di ayat lainnya.

Ini pertanyaan menarik. Jawabannya karena masalah ekonomi sering dan biasanya timbul ketika sudah berumah tangga. Coba cek lagi, ketika Anda Anak-anak, apakah Anda berfikir soal mencari uang? Tidak. Yang mencari uang ayah dan ibu.

Saat Anda kuliah apa Anda berfikir soal uang? Tentu tidak. Ketika Anda sudah dewasa, apakah Anda merasakan konflik mencari uang? Tentu tidak. Tapi ketika Anda berumah tangga, konflik soal ekonomi akan terus membayangi. Sehingga mencari kekayaan dunia kadang dilakukan dengan maksiat.

Alhasil, riba menjadi tujuan akhir. Padahal Allah menantang perang pada Riba. Pelaku, pencatat, dan orang yang mendukung riba dapat laknat dari Allah. Lihatlah bagaimana sahabat nabi mencari uang. Mereka mencari uang dengan orientasi akhirat.

Akibatnya, kalau soal emas dan harta dunia, sangat melimpah. Abdurrahman bin Auf, ketika meninggal emas yang akan dibagi jadi warisan sampai lengket. Selama ini kita keliru. Coba cek tujuan dan apa yang Anda lakukan selama ini.

Semua hanya untuk dunia. Dan demi dunia. Berdoa pun isinya, berikan rezeki melimpah. Dan semisalnya.  Harold Kanoeg seorang penulis di Amerika mengatakan, “Orang yang rajib ibadah, lebih bahagia dan jauh dari penyakit. Dan lebih mudah sukses.”

Bagaimana dengan Anda? Sudah dijamin Allah sukses dunia akhirat, tapi kok ngeyel dengan cara sendiri.

Renungan:

Lelah mencari uang. Melupakan kesehatan dan kebahagiaan. Padahal sebab mudahnya mendapatkan uang dan keselamatan akhirat ada pada takwa pada Allah. Berapa dalam Anda memahami hakikat takwa pada Allah?

Padahal bulan ramadhan ini, adalah sebuah kesematan emas untuk meningkatkan takwa dan meraih segala kesenangan, baik dunia maupun akhirat.

Comment

Informasi Terbaru