by

Kultum Ramadhan: Beginilah Cara Menjemput Rizki dan Pahala di Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Berkata Allah azza wajala dalam al-Qur’an:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim:7)

Jama’ah salat trawih yang dimuliakan Allah.

Seperti biasa, saya mengajak Anda untuk bersyukur kepada Allah. Sebab atas limpahan nikmat dan hidayah-Nya, malam hari ini kita bisa berkumpul untuk melaksakan salat traweh berjama’ah.

Kenikmatan yang paling di cari di atas muka bumi ini adalah kecukupan dalam hal materi. Padahal Allah sudah menjelaskan bahwa dunia hanya tempat mampir saja. Dalam firman-Nya Allah menerangkan:

Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-ankabut:64)

Memulai kultum ini, saya teringat sebuah kisah.

Di sebuah kampung. Nun di pinggi kota besar, hiduplah sepasang suami istri yang sudah tua renta. Keduanya hidup sederhana sekali di pinggiran desa. Ia hanya memiliki sebuah rumah kecil, di depan rumah tumbuhpohon pepaya. Hanya itu satu-satunya pohon miliknya.

Suatu ketika buah papaya yang berjumlah 4 buah telah masak. Namun buah papaya besar itu hanya masak dua buah. Malam harinya, sang kakek mengatakan kepada istrinya akan memetiknya besok. Namun, pagi harinya satu buah pepaya yang masak telah hilang di curi orang.

Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“Bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“Dari itu Bu” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.

Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Allahul musta’an..

sebuah kisah yang sangat menarik, bukan?

Tanpa terasa, jika sudah berhubungan dengan perut orang akan gila. Tanpa disadar, jika sudah bicara soal keinginan nafsu, orang akan berlomba untuk mengeruk harta. Tak peduli berbuat dzalim yang penting ia bisa menguasai harta, kemudian membuatnya jadi terkenal dengan sebutan “Orang kaya.”

Sedikit dari kita yang memikirkan halal dalam mencari harta, benar apa betul?

Bulan ramadhan datang sebagai peringatan bagi kita. Sekaligus sebagai rahmat. Dan juga sebagai jeda untuk kita berfikir. Apa yang Anda maukan? Pahala besar atau rejeki banyak melimpah ruah?

Ingin melipat gandakan uang?

Baiklah. Beginilah cara menjemput rizki dan pahala di bulan ramadhan.

Jangan dikira kita hanya disuruh puasa saja di bulan ini. Ingatlah baik-baik bahwa Allah menjadikan bulan ramadhan sebagai pengabul doa. Dalam hadits disebutkan:

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al-Bazar)

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi)

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari)
Bagaimana caranya melipatgandakan rezekai dan pahala harta di bulan ramadhan?

1. Sedekahlah

Sesungguhnya, berbuat baik akan dilipat gandakan pahalanya.

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim)

Bersedekah tidak harus dengan uang. Bisa dengan makanan, memberi makan orang yang berpuasa. Maka, jelas sekali pahalanya. Nabi bersabda:

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi)

Sedekah akan mengantarkan ke surga:

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi)

Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Beberapa waktu yang lalu, Bill Gates, salah satu dari sekian orang terkaya di dunia datang ke Indonesia. Ia menyedekahkan hartanya senilai 400 milyar lebih. Rupa-rupanya, Bill Gates melakukan sedekah sudah sering dan hartanya semakin bertambah. Tahukah Anda bahwa Bill Gates adalah non muslim? Tapi ia begitu percaya dengan kekuatan sedekah.

Dan mestinya kita malu kepadanya.

Di kalangan para sahabat nabi, sedekah jor-joran adalah hal lumrah. Perlombaan sedekah selalu terjadi pada Abu Bakar, Umar bin Khothob dan Usman bin Affan. Meski sahabat lain seperti Abdurahman bin auf dan lainya juga bersedekah, namun kekuatan sedekah jor-joran ketiga sahabat tadi di catat dalam hadits.

Dalam hadis itu, Umar berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami melaksanakannya. Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar. Kemudian aku membawa setengah dari seluruh hartaku. Rasulullah SAW kemudian bertanya, ‘Hai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’ Aku pun menjawab, ‘Semisal dengan ini’.  Abu Bakar kemudian datang dengan seluruh hartanya. Rasulullah SAW pun bertanya, ‘Hai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’

Abu Bakar menjawab, ‘Kutinggalkan bagi mereka Allah dan RasulNya’. Aku pun berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’.” (HR. Tirmidzi)

Dan yang kedua adalah

2. Giat beribadah

Dalam hadits Nabi di jelaskan:

“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim)

Bersungguh-sungguh melakukan ibadah adalah bukti kesadaran akan arti bulan ramadhan. Selain sedekah, seharusnya memperbanyak istighfar kepada Allah. Muhsabah diri, perbanyak salat sunnah. Dan juga memperbanyak mempelajari ilmu agama.

Bahkan rosul menegaskan:

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang di malam hari melakukan shalat malam, lalu ia membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan, maka ia memerciki air pada wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang wanita yang di malam hari melakukan shalat mala, lalu ia membangungkan suaminya. Jika suaminya enggan, maka istrinya pun memerciki air pada wajahnya.” (HR. Abu Daud)

Allah memberikan  jaminan kehidupan yang lebih baik bagi muslim yang beribadah. Allah berfirman:

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An-nahl:97)

Diberikan kemudahan untuk setiap masalah yang di hadapi. Dalam firman-Nya:

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath-thalaq:2-3)

Didepan, sudah saya bacakan ayat al-Qur’an, surat ibrahmin ayat 7. Di mana syukur adalah syarat untuk ditambahkan nikmat Allah. Maka, mendapati diri masih bisa puasa di tahun ini, marilah bersyukur. Dan jadikan bulan ini sebagai bulan perbaikan kepada diri sendiri. Bukan bulan untuk menumpuk harta, makan enak dan mahal. Itulah kiranya inti dari kultum ini.

Jama’ah salat traweh, itulah kiranya kultum tentang memanfaatkan ramadhan sebagai lading mencari harta dan pahala. Dan akhirnya, dengan menyesal saya harus mengakhiri kultum ini. Sebab waktu yang tidak memungkinkan.
Mengakhiri kultum ini, saya mempunyai sebuah pantun. Tiga kali empat dua belas, ditambah satu jadi tiga belas, jika ada kalimat yang tidak pas, mohon sudilah memberi maaf.

Subahankallahuma wabihamdika Asyhadu anla ilaha illa anta astahghiruka wa atubu ilaik. Was salamu ‘alaikum warahmatullahi wabarkatuh

Download file Docx di sini

Comment

Informasi Terbaru